Sabtu, 25 November 2017

Materi Kepemimpinan Makrab



Materi Kepemimpinan Makrab

Pemimpin berasal dari kata asing leader dan kepemimpinan leadership, pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki superioritas tertentu, sehingga dia memiliki kewibawaan dan kekuasaan untuk menggerakan orang lain melakukan usaha bersama guna mencapai sasaran tertentu.
Tipe kepemimpinan atau gaya kepemimpinan      :

  1. Tipe Otoriter (Otokratis, Dominator)

Dalam tipe ini, pemimpin bertindak diktaktor pada bawahannya. Cenderung melakukan pemaksaan dalam menggerakkan kelompoknya. Disini kewajiban dari bawahan adalah untuk mengikuti dan menjalankan perintah. Tak boleh ada saran dan bantahan dari bawahan. Mereka diharuskan patuh dan setia secara mutlak kepada pemimpinnya. Kendali penuh ada pada pemimpin (bersifat satu arah)
Contoh pemimpin diktaktor Adolf Hitler, Muammar Khadafi, Saddam Husein, Husni Mubarak, Soeharto dan lain-lain
            Kita mengambil dari salah satu presiden kita ke 2 yaitu H. Muhammad Soeharto atau biasa di panggil soeharto. Di zaman pemerintahan soeharto ada praktik ABRI sebagai dwifungsi yaitu dimana ABRI selain bertugas menjaga dan mengamankan NKRI, ABRI juga berperan dalam politik. Sejumlah besar kursi pada dua lembaga perwakilan rakyat di Indonesia di berikan kepada militer, dan semua tentara serta pegawai negeri hanya dapat memberikan suaranya ke pada satu partai yaitu GOLKAR.  
Kelebihan       :
  • Keputusan akan dapat diambil dengan cepat karena mutlak hak pemimpin, tak ada bantahan dari bawahan
  • Pemimpin yang bersifat otoriter pasti bersifat tegas, sehingga apabila terjadi kesalahan dari bawahan maka pemimpin tak segan untuk menegur
  • Mudah dilakukan pengawasan
Kelemahan     :
  • Suasana kaku, mencekam dan menakutkan karena sifat keras dari pemimpin
  • Menimbulkan permusuhan, keluhan dan rawan terjadi perpindahan karena bawahan tidak merasa nyaman
  • Bawahan akan merasa tertekan karena apabila terjadi perbedaan pendapat, pemimpin akan menganggapnya sebagai pembangkangan dan kelicikan
  • Kreativitas dari bawahan sangatlah minim karena tidak diberikan kesempatan mengajukan pendapat
  • Disiplin yang terjadi seakan-akan karena ketakutan dan hukuman bahkan pemecatan dari atasan
2.     Tipe Demokratis
Tipe kepemimpinan demokratis adalah kebalikan dari pemimpin otoriter. Disini pemimpin ikut berbaur dan berada ditengah-tengah anggotanya. Hubungan yang tercipta juga tidaklah kaku seperti majikan dengan bawahan, melainkan seperti saudara sendiri. Pemimpin selalu memperhatikan kebutuhan kelompoknya dan mempertimbangkan kesanggupan kelompok dalam mengerjakan tugas. Pemimpin juga mau menerima masukan dan saran dari bawahannya.
Contoh pemimpin demokratis adalah John F Kennedy, Mahatma Gandhi dan lain-lain
 Kelebihan       :
  • Hubungan antara pemimpin dan bawahan harmonis dan tidak kaku
  • Keputusan dan kebijaksanaan diambil melalui diskusi sehingga bawahan akan merasa dihargai dan dibutuhkan peranannya
  • Mengembangkan daya kreatif dari bawahan karena dapat mengajukan pendapat dan saran
  • Bawahan akan merasa percaya diri dan nyaman sehingga bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menyelesaikan tugasnya
  • Bawahan akan merasa bersemangat karena merasa diperhatikan
  • Tidak mudah lahir kubu oposisi karena pemimpin dan bawahan sejalan
Kelemahan     :
  • Proses pengambilan keputusan akan berlangsung lama karena diambil secara musyawarah
  • Sulitnya dalam pencapaian kata mufakat karna pendapat setiap orang jelas berbeda
  • Akan memicu konflik apabila keputusan yang diambil tidak sesuai dan apabila ego masing-masing anggota tinggi 

     3. Tipe Laissez-Faire

Dalam tipe ini, pemimpin tidak memberikan instruksi dan perintah, mereka membiarkan bawahannya untuk berbuat sekehendaknya. Tak ada kontrol dan koreksi. Tentu saja dalam kepemimpinan inisangatlah mudah terjadi kekacauan dan bentrokan. Pemimpin tak menjalankan perannya dengan baik
Kelebihan       :
  • Keputusan ada di tangan bawahan sehingga bawahan bisa bersikap mandiri dan memiliki inisiatif
  • Pemimpin tidak memiliki dominasi besar
  • Bawahan tidak akan merasa tertekan dalam menjalankan tugas
Kelemahan     :
  • Pemimpin membiarkan bawahan untuk bertindak sesuka hati karena tidak ada kontrol
  • Mudah terjadi kekacauan dan bentrokan
  • Tujuan organisasi akan sulit tercapai apabila bawahan tidak memiliki inisiatif yang tepat dan dedikasi tinggi
                      4. Tipe Liberalisme
Tipe kepemimpinan Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama.
Kelebihan       :
·         Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi. Masyarakat tidak perlu menunggu komando dari pemerintah.
·         Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. Hal ini mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
·         Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat.
Kelemahan     :
·         Sulit melakukan pemerataan pendapatan.
·         Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar