Materi
Kepemimpinan Makrab
Pemimpin
berasal dari kata asing leader dan kepemimpinan leadership,
pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki superioritas tertentu,
sehingga dia memiliki kewibawaan dan kekuasaan untuk menggerakan orang lain
melakukan usaha bersama guna mencapai sasaran tertentu.
Tipe kepemimpinan atau gaya
kepemimpinan :
- Tipe Otoriter (Otokratis, Dominator)
Dalam
tipe ini, pemimpin bertindak diktaktor pada bawahannya. Cenderung melakukan
pemaksaan dalam menggerakkan kelompoknya. Disini kewajiban dari bawahan adalah
untuk mengikuti dan menjalankan perintah. Tak boleh ada saran dan bantahan dari
bawahan. Mereka diharuskan patuh dan setia secara mutlak kepada pemimpinnya.
Kendali penuh ada pada pemimpin (bersifat satu arah)
Contoh pemimpin diktaktor Adolf Hitler, Muammar Khadafi, Saddam Husein, Husni Mubarak,
Soeharto dan lain-lain
Kita mengambil dari salah satu
presiden kita ke 2 yaitu H. Muhammad Soeharto atau biasa di panggil soeharto.
Di zaman pemerintahan soeharto ada praktik ABRI sebagai dwifungsi yaitu dimana
ABRI selain bertugas menjaga dan mengamankan NKRI, ABRI juga berperan dalam politik.
Sejumlah besar kursi pada dua lembaga perwakilan rakyat di Indonesia di berikan
kepada militer, dan semua tentara serta pegawai negeri hanya dapat memberikan
suaranya ke pada satu partai yaitu GOLKAR.
Kelebihan :
- Keputusan akan dapat diambil dengan cepat karena mutlak hak pemimpin, tak ada bantahan dari bawahan
- Pemimpin yang bersifat otoriter pasti bersifat tegas, sehingga apabila terjadi kesalahan dari bawahan maka pemimpin tak segan untuk menegur
- Mudah dilakukan pengawasan
Kelemahan :
- Suasana kaku, mencekam dan menakutkan karena sifat keras dari pemimpin
- Menimbulkan permusuhan, keluhan dan rawan terjadi perpindahan karena bawahan tidak merasa nyaman
- Bawahan akan merasa tertekan karena apabila terjadi perbedaan pendapat, pemimpin akan menganggapnya sebagai pembangkangan dan kelicikan
- Kreativitas dari bawahan sangatlah minim karena tidak diberikan kesempatan mengajukan pendapat
- Disiplin yang terjadi seakan-akan karena ketakutan dan hukuman bahkan pemecatan dari atasan
2. Tipe Demokratis
Tipe
kepemimpinan demokratis adalah kebalikan dari pemimpin otoriter. Disini
pemimpin ikut berbaur dan berada ditengah-tengah anggotanya. Hubungan yang
tercipta juga tidaklah kaku seperti majikan dengan bawahan, melainkan seperti
saudara sendiri. Pemimpin selalu memperhatikan kebutuhan kelompoknya dan
mempertimbangkan kesanggupan kelompok dalam mengerjakan tugas. Pemimpin juga
mau menerima masukan dan saran dari bawahannya.
Contoh pemimpin demokratis adalah John F Kennedy, Mahatma Gandhi dan lain-lain
Kelebihan
:
- Hubungan antara pemimpin dan bawahan harmonis dan tidak kaku
- Keputusan dan kebijaksanaan diambil melalui diskusi sehingga bawahan akan merasa dihargai dan dibutuhkan peranannya
- Mengembangkan daya kreatif dari bawahan karena dapat mengajukan pendapat dan saran
- Bawahan akan merasa percaya diri dan nyaman sehingga bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menyelesaikan tugasnya
- Bawahan akan merasa bersemangat karena merasa diperhatikan
- Tidak mudah lahir kubu oposisi karena pemimpin dan bawahan sejalan
Kelemahan :
- Proses pengambilan keputusan akan berlangsung lama karena diambil secara musyawarah
- Sulitnya dalam pencapaian kata mufakat karna pendapat setiap orang jelas berbeda
- Akan memicu konflik apabila keputusan yang diambil tidak sesuai dan apabila ego masing-masing anggota tinggi
3. Tipe Laissez-Faire
Dalam
tipe ini, pemimpin tidak memberikan instruksi dan perintah, mereka membiarkan
bawahannya untuk berbuat sekehendaknya. Tak ada kontrol dan koreksi. Tentu saja
dalam kepemimpinan inisangatlah mudah terjadi kekacauan dan bentrokan. Pemimpin
tak menjalankan perannya dengan baik
Kelebihan :
- Keputusan ada di tangan bawahan sehingga bawahan bisa bersikap mandiri dan memiliki inisiatif
- Pemimpin tidak memiliki dominasi besar
- Bawahan tidak akan merasa tertekan dalam menjalankan tugas
Kelemahan :
- Pemimpin membiarkan bawahan untuk bertindak sesuka hati karena tidak ada kontrol
- Mudah terjadi kekacauan dan bentrokan
- Tujuan organisasi akan sulit tercapai apabila bawahan tidak memiliki inisiatif yang tepat dan dedikasi tinggi
4. Tipe
Liberalisme
Tipe kepemimpinan Liberalisme atau Liberal adalah
sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada
pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama.
Kelebihan :
·
Menumbuhkan
inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi. Masyarakat
tidak perlu menunggu komando dari pemerintah.
·
Setiap
individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. Hal ini mendorong
partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
·
Timbul
persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada
masyarakat.
Kelemahan :
·
Sulit
melakukan pemerataan pendapatan.
·
Pemilik
sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga yang kaya makin
kaya, yang miskin makin miskin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar