Minggu, 26 November 2017
Makrab Study Club Pengen Sukses
Berikut adalah foto kegiatan kita waktu makrab kemaren
Di Kalipaingan 6-7 Oktober 2017
Di Kalipaingan 6-7 Oktober 2017
Foto Bersama
Menyanyi Indonesia Raya sebagai pembukaan
Saat Diskusi berlangsung
Para Moderator Cantik hahaha
Diskusi Lagi
Pelawak Tua hahha
saat senam pagi
Fun Game
Menyanyi Mars Mahasiswa Darah juang
sebagai wujud penerimaan
Ucapan Selamat
Itulah tadi serangkaian kisah kasih kenangan yang telah terjadi.. hehehehe
Sabtu, 25 November 2017
Progran Program Tiap Devisi di SCPS
Setelah belajar, dan
berbagi mereka berinovasi dengan mermbuat program – program. Dan untuk membantu
jalannya program – program SC kita membuat devisi – devisi.
- Devisi pendidikan ( mengualitaskan anggota internal )
Program
:
·
Bimbel di kraton yang sebenarnya adalah
program join antara SC dan KSA.
·
Bedah kisi – kisi UTS dan UAS.
·
Mengundang orang – orang penting dalam
parlemen birokrasi / kampus.
- Devisi organisasi ( pemback up an secara internal maupun external )
Yang
bertugas untuk mengkoordinasikan jalannya semua program – program SC Pengen
Sukses
- Devisi Ekonomi
Yang
bertujuan untuk membantu perekonomian SC agar komunitas ini mandiri dan tidak
bergantung pada sodoran dana dari manapun.
Program
:
·
Meningkatkan ekonomi mandiri internal.
·
Adanya kas
·
Program wirausaha
Sejarah Study Club Pengen Sukses
Sejarah
Study Club Pengen Sukses
Berdirinya SC. Pengen
Sukses ini ada karena hal yang konyol. Pada awalnya orang – orang yang kurang
dalam akademik berkumpul menjadi satu dan mulai memikirkan nilai akademik
mereka atas dasar kesadaran dari dalam diri mereka.
Belajar bersama dari
tempat yang satu ke tempat yang lain. Berpindah – pindah tempat terus menerus
untuk meningkatkan nilai akademik mereka. Mereka meloby teman yang lebih unggul
dalam akademik untuk melakukan tutor sebaya. Berbagi ilmu, informasi, wawasan
dan lain – lain.
Tepat pada tanggal 27
September 2016 sekelompok orang ini bekumpul dan membuat forum untuk mendirikan
sebuah komunitas yang pada akhirnya dinamakan Study Club Pengen Sukses. Lalu
mengaplikasikannya dengan Edukasi dan Sosial yang bertujuan untuk meningkatkan
akademik baik itu formal maupun non formal. Setelah itu SC Pengen sukses ini
membuat logo dan membuat jargon BELAJAR, BERBAGI, dan BERINOVASI dan menjadikan
jargon tersebut sebagai visi dan misi SC Pengen Sukses.
Karena anak – anak SC
merasa merepotkan teman yang rumahnya di pakai untuk belajar bersama akhirnya
mereka memutuskan untuk mencari tempat untuk dijadikan sekretariat. Dan pada
tanggal 28 Desember 2016 ansk – anak SC memutuskan untuk mengontrak rumah
dengan cara kolektifan uang kurang lebih sebesar 400.000 / orang dengan jumlah
20 orang.
Study club Pengen Sukses.
Study club : belajar
kelompok
Pengen sukses : tindakan
yang bertujuan untuk meraih kesuksesan dimasa yang akan dating
Study Club Pengen Sukses
: belajar bersama dalam akademik baik itu formal maupun non formal untuk meraih
kesuksesan bersama.
Stuktur organisasi SC
Pengen Sukses berganti dalam waktu 6 bulan sekali.
Materi Kepemimpinan Makrab
Materi
Kepemimpinan Makrab
Pemimpin
berasal dari kata asing leader dan kepemimpinan leadership,
pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki superioritas tertentu,
sehingga dia memiliki kewibawaan dan kekuasaan untuk menggerakan orang lain
melakukan usaha bersama guna mencapai sasaran tertentu.
Tipe kepemimpinan atau gaya
kepemimpinan :
- Tipe Otoriter (Otokratis, Dominator)
Dalam
tipe ini, pemimpin bertindak diktaktor pada bawahannya. Cenderung melakukan
pemaksaan dalam menggerakkan kelompoknya. Disini kewajiban dari bawahan adalah
untuk mengikuti dan menjalankan perintah. Tak boleh ada saran dan bantahan dari
bawahan. Mereka diharuskan patuh dan setia secara mutlak kepada pemimpinnya.
Kendali penuh ada pada pemimpin (bersifat satu arah)
Contoh pemimpin diktaktor Adolf Hitler, Muammar Khadafi, Saddam Husein, Husni Mubarak,
Soeharto dan lain-lain
Kita mengambil dari salah satu
presiden kita ke 2 yaitu H. Muhammad Soeharto atau biasa di panggil soeharto.
Di zaman pemerintahan soeharto ada praktik ABRI sebagai dwifungsi yaitu dimana
ABRI selain bertugas menjaga dan mengamankan NKRI, ABRI juga berperan dalam politik.
Sejumlah besar kursi pada dua lembaga perwakilan rakyat di Indonesia di berikan
kepada militer, dan semua tentara serta pegawai negeri hanya dapat memberikan
suaranya ke pada satu partai yaitu GOLKAR.
Kelebihan :
- Keputusan akan dapat diambil dengan cepat karena mutlak hak pemimpin, tak ada bantahan dari bawahan
- Pemimpin yang bersifat otoriter pasti bersifat tegas, sehingga apabila terjadi kesalahan dari bawahan maka pemimpin tak segan untuk menegur
- Mudah dilakukan pengawasan
Kelemahan :
- Suasana kaku, mencekam dan menakutkan karena sifat keras dari pemimpin
- Menimbulkan permusuhan, keluhan dan rawan terjadi perpindahan karena bawahan tidak merasa nyaman
- Bawahan akan merasa tertekan karena apabila terjadi perbedaan pendapat, pemimpin akan menganggapnya sebagai pembangkangan dan kelicikan
- Kreativitas dari bawahan sangatlah minim karena tidak diberikan kesempatan mengajukan pendapat
- Disiplin yang terjadi seakan-akan karena ketakutan dan hukuman bahkan pemecatan dari atasan
2. Tipe Demokratis
Tipe
kepemimpinan demokratis adalah kebalikan dari pemimpin otoriter. Disini
pemimpin ikut berbaur dan berada ditengah-tengah anggotanya. Hubungan yang
tercipta juga tidaklah kaku seperti majikan dengan bawahan, melainkan seperti
saudara sendiri. Pemimpin selalu memperhatikan kebutuhan kelompoknya dan
mempertimbangkan kesanggupan kelompok dalam mengerjakan tugas. Pemimpin juga
mau menerima masukan dan saran dari bawahannya.
Contoh pemimpin demokratis adalah John F Kennedy, Mahatma Gandhi dan lain-lain
Kelebihan
:
- Hubungan antara pemimpin dan bawahan harmonis dan tidak kaku
- Keputusan dan kebijaksanaan diambil melalui diskusi sehingga bawahan akan merasa dihargai dan dibutuhkan peranannya
- Mengembangkan daya kreatif dari bawahan karena dapat mengajukan pendapat dan saran
- Bawahan akan merasa percaya diri dan nyaman sehingga bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menyelesaikan tugasnya
- Bawahan akan merasa bersemangat karena merasa diperhatikan
- Tidak mudah lahir kubu oposisi karena pemimpin dan bawahan sejalan
Kelemahan :
- Proses pengambilan keputusan akan berlangsung lama karena diambil secara musyawarah
- Sulitnya dalam pencapaian kata mufakat karna pendapat setiap orang jelas berbeda
- Akan memicu konflik apabila keputusan yang diambil tidak sesuai dan apabila ego masing-masing anggota tinggi
3. Tipe Laissez-Faire
Dalam
tipe ini, pemimpin tidak memberikan instruksi dan perintah, mereka membiarkan
bawahannya untuk berbuat sekehendaknya. Tak ada kontrol dan koreksi. Tentu saja
dalam kepemimpinan inisangatlah mudah terjadi kekacauan dan bentrokan. Pemimpin
tak menjalankan perannya dengan baik
Kelebihan :
- Keputusan ada di tangan bawahan sehingga bawahan bisa bersikap mandiri dan memiliki inisiatif
- Pemimpin tidak memiliki dominasi besar
- Bawahan tidak akan merasa tertekan dalam menjalankan tugas
Kelemahan :
- Pemimpin membiarkan bawahan untuk bertindak sesuka hati karena tidak ada kontrol
- Mudah terjadi kekacauan dan bentrokan
- Tujuan organisasi akan sulit tercapai apabila bawahan tidak memiliki inisiatif yang tepat dan dedikasi tinggi
4. Tipe
Liberalisme
Tipe kepemimpinan Liberalisme atau Liberal adalah
sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada
pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama.
Kelebihan :
·
Menumbuhkan
inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi. Masyarakat
tidak perlu menunggu komando dari pemerintah.
·
Setiap
individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. Hal ini mendorong
partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
·
Timbul
persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada
masyarakat.
Kelemahan :
·
Sulit
melakukan pemerataan pendapatan.
·
Pemilik
sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga yang kaya makin
kaya, yang miskin makin miskin.
Langganan:
Komentar (Atom)











